Jurus Jitu Jepang Jinakkan Jerman

Takuma Asano dan Ritsu Doan, 2 pemain Jepang yang merumput di Bundesliga, menjadi mimpi buruk Tim Panzer.
banner 468x60

JURNALSWARA, – Layaknya Timnas Arab Saudi saat mengalahkan Argentina, Tim Nasional Jepang secara dramatis bangkit dan menghabisi Timnas Jerman. Ini tak lepas dari keputusan juru taktik Tim Samurai Biru itu, Hajime Moriyasu!

Di babak pertama Timnas Jerman unggul lewat tendangan penalti sebelum Jepang bangkit babak kedua untuk memenangkan pertandingan, dengan skor 2-1.

Bacaan Lainnya
banner 300250

Memang Di atas kertas, Timnas Jerman sangat difavoritkan untuk memenangkan laga. Namun, Tim Samurai Biru memperlihatkan kualitas terbaik mereka, yang tak boleh dipandang sebelah mata.

Kemenangan itu, membuka kans untuk Timnas Jepang lolos ke fase 16 besar.
Lantas, apa Jurus jitu Hajime Moriyasu saat membawa anak-anak asuhnya bangkit melawan Jerman?

Eksploitasi dominasi

Hajime Moriyasu sangat paham, Timnas Jerman pasti akan mendominasi laga, apalagi dalam keadaan unggul. Itulah mengapa sang juru taktik menarik pemain menyerang Takefusa Kubo untuk digantikan Takehiro Tomiyasu.

Dengan hadirnya pemain Arsenal itu, seakan memberi proteksi yang lebih meyakinkan di lini pertahanan Jepang dalam meredam kreativitas pemain Jerman seperti Jamal Musiala.

Membiarkan Timnas Jerman dalam penguasaan bola, tak berarti pasrah dengan keadaan. Itu salah satu taktik genius dari Moriyasu. Sambil menunggu beberapa keteledoran dari pemain Jerman, di momen itulah Timnas Jepang memulai mengeksploitasi untuk mendapatkan dua gol masif lewat serangan balik yang efektif.

Pergantian kunci

Tak hanya itu, keputusan Moriyasu memasukkan Takuma Asano dan Ritsu Doan selepas interval sungguh jadi sebuah petaka baji Timnas Jerman. Ya, Asano dan Doan adalah pemain yang merumput di Bundesliga Jerman yakni di klub Freiburg dan Bochum.

Apa yang terjadi? ‘Sentuhan permainan Bundesliga tercipta’ keduanya benar-benar menjadi mimpi buruk bagi negara tempat mereka berkarier.

Akan sangat lucu, jika sampai keduanya ‘dipecat’ dari Bundesliga bila Die Mannschaft akhirnya tak mampu lolos ke babak 16 besar, sebagaimana kisah Ahn Jung-Hwan, pemain legenda Korea Selatan yang diusir dari Serie A karena memupus mimpi Italia di Piala Dunia 2002 silam.

 

Maya Yoshida, menjadi Faktor kuatnya pertahanan Timnas Jepang.

Maya Yoshida

Kini, duo pembeda Doan dan Asano, menjadi berita utama dari semua media berkat permainan apik mereka bersama Timnas Jepang.
Namun, satu nama senior yang berada di starting line-up malam itu haruslah diingat, yakni sang kapten Maya Yoshida. Sosok figur vital di balik solidnya pertahanan Jepang sepanjang 90 menit pertandingan.

Yoshida menjadi pemain yang paling banyak melakukan sapuan bola dibanding seluruh pemain di lapangan, juga melakukan dua blok genting dari ancaman yang dilancarkan Serge Gnabry dan dua penyelamatan gemilang dari para penggedor Jerman.

Pemain berusia 34 tahun itu tampil prima melawan tim kelas kakap untuk mengukir hasil bersejarah, sang veteran layak mendapat kredit khusus!(fh/glc)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60