Diduga Pelaku Tindak Asusila, Pemkab Talaud Nonaktifkan Kades

Asisten Setda bagian Pemerintahan dan Kesra Daud Melensang.
banner 468x60

JURNALSWARA, Talaud – Diduga melakukan kasus Asusila persetubuhan anak dibawah umur seorang Lelaki berinisial AB (52) alias Andri dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kepala Desa ( Kades) Salibabu Utara, Kecamatan Salibabu, Kamis 6/0/2022).

Penonaktifan tersebut dipimpin oleh Asisten Setda bagian Pemerintahan dan Kesra Daud Melensang yang mewakili Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud yang disaksikan oleh Camat Salibabu dan perangkat Desa serta masyarakat Desa Salibabu Utara, bertempat di Kantor Camat Salibabu.

Bacaan Lainnya
banner 300250

Asisten Pemerintahan dan Kesra Daud Malensang dalam keterangannya mengatakan, kami diperintahkan oleh pimpinan dalam hal ini Bupati Elly Engelbert Lasut ketika menyikapi adanya laporan bahwa Kades Salibabu Utara telah dilaporkan ke pihak kepolisian karena diduga melakukakan perbuatan asusila.

” Ini praduga tak bersalah, pembuktiannya ada di pengadilan. Tetapi, Pak Bupati sangat menghormati hukum, dikarenakan Kades harus konsentrasi dan perhatian dalam menyelesaikan masalah hukum yang menimpanya, maka dinonaktifkan sementara ” kata Malensang.

Menurut Malensang, Kades tidak boleh sementara diperiksa oleh pihak berwenang kemudian dikejar oleh kebutuhan-kebutuhan pemerintahan, pasti akan ada satu yang dikorbankan. Pimpinan tidak pernah membenci Kades dan membiarkan, tetapi itu semua karna kepedulian Pemda memberikan kesempatan untuk membuktikan apakah dirinya melakukan atau tidak.

” Sehingga Kades harus fokus dan berkonsentrasi untuk menyelesaikan permasalahan yang dituduhkan kepadanya,” jelasnya kepada media ini, Jumat (8/10/2022).

Jika dalam prosesnya di kepolisian tidak terbukti, pasti Akan diaktifkan kembali. Tetapi, jika sebaliknya dan sudah dibuktikan lewat pengadilan yang bersangkutan dinyatakan bersalah akan diperhentikan sesuai makanisme yang berlaku.

” Kami harus jeli melihat hal ini, sudah mengetahui tapi seolah-olah tidak memperdulikan hal tersebut. Karena ini sangat berpengaruh dalam kehormatan pemimpin dalam status apapun,” jelasnya.

Seorang pemimpin tidak boleh ada celah dimata masyarakat dan hukum untuk menjadi tokoh dan panutan. Sebab seorang pemimpin itu harus benar-benar ikhlas, tulus dan legowo untuk menerima hal tersebut.

” Kami tidak mengkriminalisasi dia, karena kejadian ini bukan dilakukan oleh pimpinan atau orang lain. Jadi secara pribadi dia harus fokus dan pertanggung jawabkan hal tersebut,” pungkasnya.

Diketahui, AB (52) Kades Salibabu Utara dilaporkan korban sebut saja Bungah (14) bersama keluarganya ke Polres Kepulauan Talaud dengan tuduhan sudah melakukan tindakan Asusila persetubuhan kepada anak dibawah umur, berdasarkan Laporan kepolisian nomor LP/B/211/IX/2022/SPKT/POLDA SULUT, tertanggal 13 September 2022,(wem)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60