Parapaga : Mane’e Kearifan Lokal Yang Layak Go Internasional

banner 468x60

JURNALSWARA, Talaud– Wakil Bupati Kepulauan Talaud Moktar Arunde Parapaga mengatakan, Festival Mane’e merupakan kearifan lokal yang sudah berlangsung sejak tahun 1600-an yang terus dilestarikan oleh masyarakat.

Hal tersebut dikatakan Wabup Parapaga saat menghadiri festival Adat Mane’e di Pulau Intata, Kakorotan, Talaud, Sulawesi Utara.

Menurut Parapaga, Festival Adat Mane’e dilaksanakan oleh masyarakat Desa Kokorotan, sebagai perwujudan syukur masyarakat kepada sang pencipta.

Wabup Moktar Parapaga mengangkat salah satu jenis ikan saat Festival Mane’e di Pulau Intata Kabupaten Kepulauan Talaud.

” Dalam festival ini, ikan-ikan dipanggil dengan menggunakan daun kelapa yang masih muda. Aneh tapi nyata, karena ini bukan jaring yang bisa menahan ikan untuk keluar tapi ikan tetap tidak mau lepas,” ucapnya kepada awak media, ( 25/5/2022).

Diakuinya, Festival Mane’e ini sangat berpotensi menggaet wisatawan. Untuk itu, Bupati Elly Engelbert Lasut telah menginstruksikan kepada seluruh jajarannya agar mengembangkan wisata ini menjadi lebih baik lagi.

Wabup Moktar Parapaga dan Isteri saat menikmati hasil tangkapan ikan di festival Mane’e.

“Festival Mane’e pernah diikutkan dalam lomba dan dapat juara di tingkat Asia. Untuk itu, festival ini harus terus ditingkatkan. Kami bersyukur ada kementerian yang datang untuk melihat festival ini di antaranya dari BNPP, Kemenparekraf dan KKP,” ucapnya.

Moktar berharap, Festival Mane’e di Pulau Intata ini terus dikembangkan sehingga menjadi magnet wisata bagi Sulawesi Utara Khususnya untuk Kabupaten Kepulauan Talaud.

“Saya berharap festival ini menjadi sajian adat untuk Kabupaten Talaud, Indonesia dan dunia internasional. Saya mengajak semua untuk mengunjungi daerah ini dan menyaksikan Festival Mane’e,” pungkasnya. (Wem)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60