Karangria, Kelurahan dengan Satu Wajah Dua Budaya

banner 468x60

JURNALSWARA, MANADO.- Manado dikenal sebagai daerah pertemuan berbagai etnis, suku dan budaya. Sekalipun begitu jarang ditemukan adanya selebrasi budaya dilakukan secara bersama.

Kelurahan Bitung Karangria menjadi salah satu kelurahan yang memiliki percampuran budaya sekaligus kuat dalam mempertahankan tradisi yang diwarisi dari para leluhur. Mulai dari etnis Borgo-Babontehu sebagai etnis percampuran antara kaum portugis, belanda dengan warga asli Manado atau Minahasa pula etnis Sangihe, Sitaro dan Talaud yang  telah mendiami Kelurahan Bitung Karangria sejak lama.

Bacaan Lainnya
banner 300250

Belum lama ini Rukun Keluarga Borgo – Babontehu yang ada di Bitug Karangria menggelar acara atau tradisi cakalele sebagai bagian dari syukur memasuki tahun baru pula di tempat yang sama kelompok etnis Sangihe juga melaksanakan tradisì Tulude sebagai bagian ungkapan syukur atas penyertaan Yang Kuasa sehingga boleh memasuki tahun yang baru.

“Sebagai generasi muda Borgo – Babontehu, kami ingin terus mempertahankan serta melestarikan budaya dan adat yang diwariskan dan menjadi jati diri kami sebagai bagian yang memperkaya khasanah budaya bangsa,” ungkap Bony Heydemans yang di dapuk sebagai ketua pelaksana acara Cakalele yang turut diramaikan oleh keturunan Borgo – Babontehu dari Kelurahan Sindulang Satu dan Dua serta Utusan dari Minahasa Selatan.

Sementara gelaran Tulude, meski tidak serunut yang biasa dilakukan namun tidak mengurangi semangat dan niat bersyukur masyarakat atas berkat Yang Kuasa bagi masyarakat Bitung Karangria khususnya dan Manado pada umumnya.

Menyajikan tarian empat wayer masyarakat antusias dalam gelaran tulude sederhana tersebut membuat Ketua Pelaksana Johanis Adriaan berniat untuk melaksanakan di tahun depan dengan lebih mempersiapkan secara maksimal.

“Awalnya kami hanya ingin ini diikuti oleh masyarakat Karangria tetapi oleh karena animo yang cukup besar membuat acara ini berlangsung meriah bahkan kami mendatangkan pemimpin empat wayer dari Desa Para untuk memimpin jalannya empat wayer,” ungkap Johanis.

Bukan hanya tarian cakalele di acara yang digelar sebelumnya oleh Rukun Borgo – Babontehu, tapi nuansa percampuran adat Borgo – Babontehu dan Sangihe juga tersaji dalam rangkaian acara Tulude di Kelurahan Bitung Karangria yang diberi apresiasi banyak tokoh dan pemerhati budaya seperti Iverdixon Tinungki dan lainnya. (dede)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60