Diputus 4 Tahun Penjara, SWM Terima Putusan Hakim

banner 468x60

JURNALSWARA, Manado – Sidang dugaan kasus gratifikasi eks bupati Kepulauan Talaud Sri Wahyumi Manalip SE, yang digelar Selasa 25 Januarì 2022 memasuki putusan, setelah Jaksa Penuntut KPK tidak lagi menyampaikan pendapat pasca pembelaan yang disampaikan terdakwa dan kuasa hukum dalam persidangan sebelumnya.

Membacakan putusan setebal 326, persidangan yang diketuai Jamaludin Ismail didampingi hakim anggota Muhamad Alvi Usup dan satu hakim Edy Darma Putra secara bergantian membacakannya.

Dalam satu putusan yang dibacakan salah satu hakim menyatakan bahwa ke empat ketua pokja baik Anto Majampoh, Azarya Msstuil, Frans Lua dan Jeldy Eris terbukti dalam fakta persidangan telah melakukan tindakan yang melawan hukum yakni meminta dn menerima komitmen fee baik sebesar 10 persen yang kemudian dalam kesaksiannya diserahkan kepada terdakwa juga meminta dan menerima komitmen fee sebesar 1,5 % yang digunakan untuk opersional pokja maupun kebutuhan pribadinya sehingga patut dihukum atau ditindak lanjuti dengan proses hukum.

Sementara Sri Wahyumi Maria Manalip SE selaku terdakwa kemudian diputus dengan dinyakatak bersalah dan dihukum pidana selama 4 tahun penjara sesuai dengan tuntutan jaksa penuntut KPK juga diwajibkan mrmbayar denda sebesar Rp.200 juta dan membayar uang pengganti sebesar Rp.9.303.500.000.- sunsider 2 tahun penjara, dipotong dengan harta yang disità oleh negara yakni sebuah unit tanah dan rumah di Bekasi, yang akan dikurangkan dari uang pengganti yang wajib dibayar.

Setelah berkonsultasi dengan tim kuasa hukum, terdakwa Sri Wahyumi Maria Manalip menyatakan menerima putusan hakim.

Sementara kuasa hukum Eduard Manalip SH menyambut baik putusan dan meminta Jaksa Penuntut untuk menindal lanjuti putusan hakim terkait empat orang ketua pokja.

Dilain pihak Jaksa Penuntut KPK menyatakan masih pikir-pikir terkait putusan hakim dalam salah satu pertimbangan hukum berdasarkan fakta-fskta persidangan. (dede)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60