Semangat Perjuangan Imam Bonjol Jadi Motivasi Tim Kerja EWF

banner 468x60

JURNALSWARA – Di desa Lotta, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara terdapat sebuah bangunan seperti rumah adat minang bercat putih kira-kira berukuran 15 x 7 meter yang berada di atas lahan seluas kurang lebih 75 x 20 meter. Di dalam bangunan tersebut, ada sebuah makam yang dipagari rantai besi, serta berkeramik putih.

Nampak bangunan luar dari makam Imam Bonjol

Nisan makam tersebut terukir nama seorang pahlawan bernama Peto Syarif Ibnu Pandito Bayanuddin. Ya, Itu gelar Tuanku Imam Bonjol Pahlawan Nasional yang dilahirkan di lahirkan di Tanjung Bungo, Bonjol, Sumatera Barat, tahun 1774 silam.

Bacaan Lainnya
banner 300250

Beliau Wafat pada 6 November 1854 dalam pengasingan Pemerintah Kolonial Belanda disebabkan berperang menentang penjajahan untuk kemerdekaan Tanah Air, Bangsa dan Negara”.

Pose tim kerja Imam Bonjol PT EWF di relief Imam Bonjol.

Di salah satu dinding bangunan itu, terdapat relief Tuanku Imam Bonjol mengenakan jubah dan sorban putih , sedang menunggang kuda putih sambil menghunus pedang.

Pada tahun 1839, Tuanku Imam Bonjol diasingkan bersama seorang pengawal setianya bernama Apolos Minggu. Kurang lebih 10 tahun dalam pengasingan, bertani dan beternak menjadi pekerjaan mereka sehari-hari, demi kehidupan mereka selama pengasingan.

Tim kerja Imam Bonjol saat berada si makam.

Pada saat diasingkan, Imam Bonjol sudah dalam keadaan tua, jadi hanya pengawal setianya itu yang menikah dengan seorang wanita asal Minahasa.
Sampai sekarang, keturunan dari sang pengawal setia Tuanku Imam Bonjol bermukim disekitar makam. Diyakini, keturunan dari pengawal Imam Bonjol tersebut sudah generasi ke-5.

Dari lokasi makam Tuanku Imam Bonjol, dikelilingi oleh pepohonan, di depan terdapat sebuah Masjid Imam Bonjol.
Di samping kiri dan kanan makam terdapat rumah-rumah yang didiami oleh keturunan dari Apolos Minggu.

Tim Tuanku Imam Bonjol, yang merupakan tim kerja dari salah satu Perusahaan Berjangka Komoditi yang ada di Sulawesi Utara, yakni PT Equity World Future berkesempatan mengunjungi sekaligus berziarah di makam yang berusia 2 abad lebih itu, Rabu, (1/9/2021) siang.

Nurlailah Dachlan selaku ketua tim kerja, menguraikan maksud dan tujuan dari kunjungan ini. Menurutnya, kunjungan tersebut, bukan hanya kunjungan biasa.

“Sekalipun padatnya rutinitas kami dalam mengejar margin, kami menyempatkan untuk kegiatan-kegiatan seperti ini.
Ini memang perlu, karena Selain untuk mengenang jasa para Pahlawan yang telah gugur, juga untuk menumbuhkan nilai Kepahlawanan sebagai modal sosial untuk kemudian diimplementasikan dan didayagunakan dalam mengatasi berbagai permasalahan apalagi dalam bidang pekerjaan kami,” ujar Nur.

Dilaksanakannya ziarah ini sebagai wujud penghargaan terhadap jasa jasa para pahlawan pendahulu yang telah gugur dalam mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia dari tangan penjajah.

“Saya rasa Semangat perjuangan Imam Bonjol seperti cintai tanah air, rela berkorban, pantang menyerah, suka menolong dan sebagainya menjadi sumber motivasi dan modal untuk mengatasi berbagai masalah dan sekaligus memacu guna mewujudkan tujuan dan harapan tim kami dalam berkompetisi di bidang perdagangan berjangka komoditi,” tutup Nur.

Diketahui, Untuk menuju ke lokasi makam Tuanku Imam Bonjol tidaklah sulit, sekitar 30 menit perjalanan dari kota Manado, menuju ke jalan raya Tomohon, Setelah menempuh jarak sekira 9 km akan menenui gapura bertuliskan Makam Pahlawan Nasional Tuanku Imam Bonjol di sebelah kiri jalan, sekitar 1 km dari gapura tersebut kita akan menemukan lokasi makam Tuanku Imam Bonjol yang berada di sisi kiri jalan.(*/f@d)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60