Gugat 2 Jurnalis, Perdana Menteri Singapura Menang Rp2,2 Miliar

banner 468x60

JURNALSWARA — Lee Hsien Loong selaku Perdana Menteri Singapura mendapat kompensasi senilai Rp2,2 miliar berkat kemenangannya dalam gugatan kasus pencemaran nama baik yang dilakukan seorang wartawan pada Rabu (1/9).

Dilansir CNA, Hsien Loong berhak mendapatkan kompensasi sebesar 210.000 SGD atau setara Rp2,2 miliar dari dua tergugat melalui putusan Pengadilan Tinggi.

Bacaan Lainnya
banner 300250

Kedua tergugat itu ialah Rubaashini Shunmuganathan selaku penulis dari The Online Citizen (TOC), bersama editornya Terry Xu.

Lee sudah menerima 160.000 SGD (Rp1,6 miliar) untuk ganti rugi umum dan 50.000 SGD (Rp529 juta) untuk ganti rugi berat, pada gugatan pertama.

Besaran ganti rugi tersebut menurut Audrey Lim selaku hakim pengadilan, adalah harga yang setimpal atas kasus pencemaran nama baik Lee.

Dalam pemyampaiannya, Xu dan Rubaashini harus bertanggung jawab, dan membayar nominal itu bersama-sama.

Xu pun menuangkan rasa kekecewaannya dalam akun Facebook miliknya. Dalam postingannya, ia sangat kecewa terhadap putusan hakim Lim, dan mencoba mengambil langkah tepat perihal putusan itu. Salah satu rencanamya mengajukan banding.

TOC pada Agustus 2 tahun silam, menerbitkan sebuah artikel tentang masalah keluarga Lee yang ditulis Rubaashini.
Artikel tersebut mengekspos perselisihan Lee dengan kedua saudaranya, yakni Lee Wei Ling dan Lee Hsien Yang, atas rumah keluarga mereka di 38 Oxley Road.

Artikel itu dianggap sebagai sebuah pencemaran nama baik oleh Hakim Lim. Ia menilai pencemaran nama baik Lee sebagai sesuatu yang berat dan serius.

“Pernyataan yang memfitnah itu tidak hanya menyerang integritas pribadi, karakter dan reputasi PM, tetapi juga merusak otoritas moralnya untuk memimpin Singapura,” kata Hakim Lim

Dalam putusan setebal 60 halaman itu juga menerbitkan larangan bagi Xu untuk menyebarkan dan mempublikasikan materi pencemaran baik tadi.

Diketahui, Sejak tahun 2017, Perdana Menteri Lee terlibat perselisihan dengan saudara-saudaranya terkait dengan rumah keluarga mereka di 38 Oxley Road. Prahara itu muncul akibat kematian ayah mereka sekaligus Perdana Menteri Singapura sebelumnya Lee Kuan Yew.(ci/v@n)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60