Mantan Menkes RI Bicara Soal Manusia Jadi “Kelinci Percobaan”

banner 468x60

JURNALSWARA – Mantan Menteri Kesehatan (Menkes) RI Siti Fadilah Supari secara blak-blakan mengungkapkan kekhawatirannya soal kealamian virus Covid-19 dan akibat jangka panjang vaksin yang saat ini tengah gencar didistribusikan secara global.

Pasalnya, Siti Fadilah mengatakan jika harus ada reseptor untuk menjembatani virus binatang ke tubuh manusia.

Bacaan Lainnya
banner 300250

Sementara, ia menaruh curiga jika reseptor virus yang berasal dari kelelawar itu sengaja dibuat oleh manusia di laboratorium.

“Nah ini apa ya, bisa disebut-sebut pandemi ini sebetulmya di-creat (dibuat) oleh manusia atau alami?” tanya Siti Fadilah dikutip Jurnalswara melalui Isu Bogor dari kanal YouTube IC The Real Show, Minggu, (29/8/2021).

“Kalau alami ketularan, dari binatang tadi, kalau tidak alami, bagaimana virus binatang itu punya reseptor bisa ke manusia dibikin di lab,” sambung dia.

Lebih lanjut, eks Menkes itu menerangkan apabila virus Covid-19 tak alami, maka musti ada analisa berbeda mengapa publik diharuskan vaksinasi dan lain sebagainya.

Menyinggung soal vaksin, Siti Fadilah khawatir akan efek jangka panjang yang bakal ditimbulkan setelahnya.

Bahkan, ia menyebut jika manusia di seluruh dunia sedang dijadikan ‘kelinci percobaan’ lantaran menerima vaksin yang diolah menggunakan teknologi terbaru alias belum digunakan sebelumnya, kecuali vaksin konvensional Sinovac.

“Dan tiba-tiba vaksin yang melanda pandemi ini adalah yang dibuat secara teknologi yang sangat baru dan belum pernah digunakan di dunia. Sehingga kita tidak tahu akibat jangka panjangnya,” tutur Siti Fadilah.

“Jadi kita beramai-ramai, bersama-sama menjadi kelinci percobaan sedunia untuk mengetahui cara baru itu,” tegasnya.

Sebelumnya, ia menyatakan meskipun vaksin dibuat dari bahan virus yang berkaitan, tetap saja tidak ada yang tahu apakah itu virus sepenuhnya atau sebagian saja.(*/isb)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60