PT Asa Kembali Disorot

banner 468x60

JURNALSWARA, Kotabunan – PT. Arafura Surya Alam (ASA) yang berada di Desa Kotabunan, kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, (Boltim) kembali disorot. Dokumen Analisi Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dikritisi.

Masyarakat lingkar tambang, Faizal Thayib, mempertanyakan tentang Dokumen penting terkait pencemaran lingkungan itu

Bacaan Lainnya
banner 300250

Menurut Faizal, dalam kegiatan sosialisasi yang laksanakan pihak perusahaan, beberapa waktu yang lalu di Desa Bulawan Dua, Kecamatan Kotabunan, beberapa tidak spesifik karena masih mengunakan Dokumen Amdal yang lama, dan sampai sekarang tidak lagi melakukan sosialisasi mengenai Amdal yang baru.

“Saya mempertanyakan evisi Amdal PT Asa karena dalam Surat Keputusan Bupati Sehan Salim Landjar (SK) Nomor 100 Tahun 2013, izin produksi berlaku selama sepuluh tahun. dari tahun 2000 sampai dengan 2021, dan akan berahir pada tahun 2021 ini. tetapi kelengkapan Dokumen Amdal yang baru, sampai saat ini belum disosialisasikan kembali.”ucap faizal, rabu (25/08/2021).

Sementara, terkait Izin Usaha Pertambangan (IUP) itu Juga berkaitan dengan izin lokasi, Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Boltim, Cristian Talumepa, telah menyurat terkait izin lokasi dan dikeluarkan oleh Kementrian Agraria.

“Sementara dalam fase produksi PT ASA telah melakukan kegiatan-kegiatan pembebasan lahan. itu yang membuat masyarakat tidak mengerti. apakah sebelum izin produksi ada pembebasan lahan, dan (landclearing) pembukaan lahan diselesaikan lebih dulu.

Namun yang terjadi di lapangan, masih sekitar 40 persen lahan yang belum dieksekusi atau selesaikan oleh pihak perusahaan, sementara perusahaan telah melakukan aktivitas pembangunan caem dan jaringan listrik,” tegas faizal.

Iya juga menilai bawah
PT. Asa Maladatministrasi.
Sejumblah tokoh masyarakat masih mempertanyakan revisi Amdal dari PT. Asa. (Andry)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60