Volume Transaksi Melebihi 4 Juta Lot, JFX Makin ‘Bersinar’

banner 468x60

JURNALSWARA – Disaat melonjaknya kasus pandemi covid-19 yang melanda hampir di seluruh wilayah Indonesia, ditambah dengan adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang diterapkan pemerintah khususnya di Pulau Jawa dan Bali awal bulan ini, Jakarta Futures Exchange (JFX) atau Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) justru lebih memantapkan posisi mereka sebagai salah satu Bursa Berjangka yang tetap bersinar di tengah gelapnya situasi perekonomian di masa pandemi saat ini.

Di akhir semester pertama tahun 2021 ini, JFX dengan sangat meyakinkan, berhasil meraih total volume transaksi mereka sebesar 4 juta lot.

Bacaan Lainnya
banner 300250

Terhitung, hingga akhir Juni 2021, total transaksi JFX tercatat 4.001.305 Lot. Pencapaian ini merupakan bukti bahwa, literasi, edukasi, dan sosialisasi yang dilakukan JFX sangat bermanfaat dan berpengaruh di kalangan masyarakat.
Dimana minat masyarakat untuk melakukan investasi ditengah masa pandemi justru meningkat.

Direktur Utama Jakarta Futures Exchange, Stephanus Paulus Lumintang dalam press Release yang diterima media ini, mengatakan peningkatan volume transaksi ini adalah trend positif. Para investor sudah semakin dewasa dalam berinvestasi, ditambah dengan sinergitas antara lembaga yang terkait.

“Pencapaian JFX pada semester pertama tahun 2021 ini masih dalam trend yang positif. Dibalik pencapaian ini, tidak lepas dari peran pialang dan pedagang dan dukungan kebijakan dari Bappebti serta sinergitas antara JFX dan KBI juga sangat berperan aktif dalam melakukan edukasi dan sosialisasi ke stakeholders, pialang, investor/ para pelaku pasar yang semakin dewasa dalam berinvestasi, dunia kampus, dan masyarakat umum sehingga pencapaian ini dapat terwujud dan merupakan andil yang besar yang tidak dapat dipisahkan dalam peningkatan volume transaksi pada tahun 2021,”

Perlu diketahui, Total transaksi Multilateral hingga bulan Juni (30/06) 798.228 lot. Ada kenaikan yang cukup signifikan pada beberapa produk Multilateral. Dibandingkan tahun 2020 periode yang sama, contohnya pada produk kontrak Kakao 32.610 lot, mengalami kenaikan 53% dibandingkan tahun 2020 yaitu sebesar 15.313 lot.

Kemudian dengan produk kontrak Kopi yang pada tahun 2020 berada pada 268.686 lot, kini mengalami kenaikan sebesar 23%, dengan total volume transaksi 348.352 lot.

Selanjutnya untuk total transaksi Bilateral sebesar 3,2 juta Lot, didominasi oleh emas, yaitu kontrak Loco London yang mencatat transaksi sebesar 2.640.502,60 Lot, kontrak Forex sebesar 225.457,1 Lot, kontrak Indeks sebesar 300.919,9 Lot, kontrak berbasis energiy sebesar 34.157,4 Lot, dan kontrak berbasis precious metal sebesar 2.035,3 Lot.

Pencapaian ini tentunya dipengaruhi karena adanya volatilitas harga komoditas di pasar global, khususnya gejolak harga emas yang masih mendominasi pencapaian JFX hingga saat ini.

Memasuki tahun 2021, JFX sebagai Self Regulatory Organization (SRO), menetapkan tahun 2021 sebagai tahun “Perubahan dan Pengembangan”.

Pengembangan dan perbaikan akan dilakukan di semua lini organisasi, terutama di bidang sumber daya manusia (struktur organisasi dan etos kerja). Hal ini dilakukan demi efisiensi dan peningkatan produktivitas, serta menjadikan

sumber daya yang siap berkiprah di era globalisasi. Melalui perbaikan yang dilakukan baik secara internal maupun antar-lembaga, diharapkan perubahan ini berdampak positif bagi industri dan perusahaan baik dalam hal industrial positioning maupun dalam hal financial result.

Selain perubahan dan pengembangan yang terus diterapkan, JFX tetap berupaya untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi anggota bursa, mitra kerja, terutama bagi para investor dan calon investor.

Terutama dalam masa pandemi ini, meskipun adanya penerapan pelayanan terbatas, namun tidak mengurangi semangat JFX untuk tetap memberikan yang terbaik dengan meengikuti protokol kesehatan.(v@n)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60