Polarisasi Jadi Alasan Usung Jokowi 3 Periode

banner 468x60

JURNALSWARA – Direktur eksekutif Indobarometer Muhamad  Qodairi menegaskan ancaman polarisasi membuat dirinya dan sejumlah kalangan yang melihat ancaman tersebut sepakat mengusung kembali Presiden Joko Widodo maju dalam Pilpres 2024 berpasangan dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.

Pernyataan ini disampaikan Qhodairi dalam halal bilahal relawan Jopro 2024 di sekretariat Jopro di Jakarta selatan, Sabtu (19/6) akhir pekan lalu.

“Supaya enggak terjadi polarisasi ekstrem, maka Jokowi-Prabowo gabung aja. Cebong dan Kampret gabung. Lawan kotak kosong Insya Allah polarisasi akan turun. Akan aman damai dan lancar,” ujar M. Qodari, kepada media.

Sekalipun begitu, ia menyatakan usulan maju berpulang kepada Joko Widodo yang mau dicalonkan dan turun mendengar suara dan aspirasi rakyat bersama Prabowo.

“Kalau mereka gabung, saya percaya akan satu calon saja. Lawan kotak kosong,” kata M. Qodari.
Meski demikian, ia menyatakan usulan tersebut kembali pada keputusan pemimpin yang akan maju pada ajang pilpres mendatang.

Qodari menyadari, gagasannya agar Jokowi kembali menjabat selama tiga periode pasti mengundang pro dan kontra.

Sementara itu, Sekjen Sekretariat Nasional Jokowi-Prabowo (Jokpro) 2024, Timothy Ivan Triyono, menyampaikan salah satu alasan dirinya mendukung gerakan tersebut adalah rasa khawatir polarisasi ekstrem yang mungkin terjadi di Pilpres 2024.

“Pak Jokowi harus 3 periode. Kita semua bertemu, ada satu titik bahwa Pak Jokowi harus berpasangan dengan Pak Prabowo. Ini untuk mencegah polarisasi ekstrem,” kata Timothy, dalam halal bihalal pentolan Seknas Jokpro 2024, di Jakarta, Sabtu (19/6/2021).

“Apalagi buat seperti saya yang minoritas, Kristen dan bermata sipit. Bagi orang seperti saya, polarisasi ekstrem itu sangat membahayakan,” tambahnya.

Di sisi lain, ia menyebut alasan lain mengapa Jokowi harus memimpin tiga periode.

“Sebab pembangunan yang sudah berjalan ini bisa berhenti. Kalau tak dilanjutkan, nanti kayak slogan Pertamina, pembangunan akan dimulai dari nol lagi,” ulas Timothy.

Nampak undangan syukuran pembentukan sekretariat nasional Jokowi-Prabowo.

Pihak Istana Kepresidenan RI melalui Juru Bicara Presiden Joko Widodo Fadjroel Rachman mengatakan saat ini Presiden Jokowi tetap berpegang teguh kepada Konstitusi.

“Mengingatkan kembali, Presiden Jokowi tegak lurus konstitusi UUD 1945 dan setia terhadap Reformasi 1998,” ujar Fadjroel dalam keterangan tertulisnya, , Sabtu (19/6/2021).

Menurut Fadjroel. sesuai Pasal 7 UUD 1945 amandemen pertama menyebutkan bahwa, “Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatannya selama masa lima tahun, dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama, hanya untuk satu kali masa jabatan.” Jelas fadjroel.

Selain itu, lanjut dia, Jokowi telah dua kali menyatakan menolak wacana jabatan presiden selama tiga periode.
Penolakan pertama disampaikan pada 2 Februari 2019.

Saat itu, kata Fadjroel, Jokowi menyinggung apabila ada pihak yang mengungkap presiden dipilih tiga periode memiliki motif tertentu.

“Satu, ingin menampar muka saya, yang kedua ingin cari muka, padahal saya sudah punya muka, yang ketiga ingin menjerumuskan. Itu saja,” ujar Fadjroel mengutip pernyataan Jokowi.

Sementara dikutip dari beberapa media, niat Gerindra untuk memajukan Prabowo sebagai Capres 2024 sampai hari ini belum ada pembahasan di internal partai Gerindra seperti dikatakan wakil ketus umumnya, Sufmi Achmad Dasco.

Sekjen Gerindra Ahmad Muzani pun menegaskan bahwa partai gerindra sepenuhnya mendukung ketua umumnya untuk maju capres 2024.

“Tapi kita masih menunggu. Tapi Gerindra seratus persen dukung Prabowo capres,” ucap Muzani. (Berbagai sumber)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60